Showing posts with label panji-panji islam dari timur. Show all posts
Showing posts with label panji-panji islam dari timur. Show all posts

Friday, 13 July 2012

Setelah leburnya Tembok Zulkarnain


Mereka datang berduyun-duyun setelah hancurnya tembok itu seperti yang dijanjikan. Tamaddun Islam lenyap di tangan mereka. 

Mereka berasal dari kaum Turk disebelah utara Asia Tengah. Berpecah menjadi dua golongan besar. Kaum Khazar mendominasi kawasan menghala ke barat manakala Monggol menguasai kawasan menghala ke timur.

Keduanya bangsa ganas beragama pagan. Mereka bergilir-gilir merosakkan buka bumi dan saling berperang sesama mereka. Bercampur gaul sesama mereka dan melahirkan berbagai suku baru termasuklah kaum Eropah sekarang dan China moden.

Salah satu pasukan tentera Monggol pimpinan Hulagu Khan telah merentas kawasan gunung, laluan diantara dua bukit yang sempit. Di sinilah dikatakan terbinanya tembok Zulkarnain. Ini menunjukkan tembok tersebut telah pun termusnah sebelum serangan dilakukan terhadap empayar Islam (Arab) tersebut.

Masihkah menanti keluarnya Yakjuj dan Makjuj?  Sukar dipercayai jika dikatakan Yakjuj dan Makjuj sedang hidup bersama kita sekarang ini. Nantikan pembongkaran selanjutnya. Sebelum itu lebih baik kita mengetahui sejarah bagaimana runtuhnya peradaban Arab/Islam yang dikatakan hebat sekitar 800 tahun lalu.

Runtuhnya Sebuah Peradaban – Serangan Monggol

Oleh: Thoriq Ahmad


Ratusan ribu mayat tanpa kepala berselerakan memenuhi jalan-jalan, longkang – longkang dan padang – padang. Disekitarnya bangunan-bangunan megah dan indah bertukar menjadi penempatan kosong tak berpenghuni. Asap berkepul keluar dari bangunan-bangunan yang dibakar. Tentera dari serendah – rendah pangkat hingga ke yang paling tinggi sibuk memenggal kepala ribuan manusia dan kemudian mengkelaskan kepala yang terpisah dari tubuhnya itu menurut kelompok: kepala wanita, anak-anak, orang tua, dipisahkan satu dari yang lain. Sungai Dajlah atau Tigris berubah menjadi hitam disebabkan dakwat ribuan manuskrip yang dilempar ke dalamnya. Perpustakaan, hospital, masjid, madrasah, tempat mandi awam dan rumah para bangsawan, kedai dan restoran – semuanya dihancurkan.

Demikianlah, kota yang selama beberapa abad menjadi pusat terbesar peradaban Islam itupun musnah dalam sekelip mata. Setelah puas, pasukan penakluk itupun bersiap-siap pergi tanpa penyesalan sedikitpun. Mereka kini hanya sibuk mengumpulkan barang-barang rampasan yang berharga: timbunan perhiasan yang tak ternilai harganya, berkilo-kilo tongkol emas dan wang dinar, batu permata, intan berlian – semua dimasukkan ke dalam ratusan karung dan kemudian diangkut dalam gerabak dan kereta yang sangat panjang. Penyair Sa’idi (1184 – 1291) pernah menyaksikan peristiwa serupa sebelumnya, datuk di kota Shiraz. Dia berhasil menyelamatkan diri dan merakamkan peristiwa yang dia saksikan dalam sajaknya:

Maka langit pun mencurahkan

Hujan lebat darah ke atas bumi

Dan kebinasaan menyapu bersih

Kerajaan al-Mu’tasim, khalifah orang mukmin

Ya Muhammad ! Apabila hari pengadilan datang

Angkutlah kepala tuan dan lihat

Kesengsaraan umatmu ini !

Saksi lain menulis para pemuisi dan penyanyi dipanggil agar bernyanyi dengan riang gembira, sementara bangsawan-bangsawan kota diperintahkan merawat kuda-kuda mereka. Kitab salinan al-Qur’an yang tidak ternilai harganya dilempar dan diinjak-injak. Juwa1yni , seorang sejarawan abad ke-13, yang berhasil melarikan diri dari Bukhara ketika kota itu diserang beberapa tahun sebelumnya, melihat bagaimana kota kelahiran Imam Bukhari ahli hadis yang masyhur itu diratakan sama tinggi dengan tanah. Tulis Juwayni: “Mereka datang, merosak, menghancurkan, membunuh, memperkosa wanita muda dan tua, merampas harta, dan akhirnya pergi dengan tenang dan puas hati.”

Demikian gambaran sekilas kebengisan dan kekejaman yang dilakukan tentera Monggol di lebih separuh daratan Asia dan Eropah Timur sejak awal hingga pertengahan abad ke-13 M. Baghdad, Ibukota Abbasiyah, mendapat giliran agak akhir, pada bulan Februari 1258 M. Serbuan kali ini dirancang dari Transoxania di Asia Tengah dan dipimpin salah seorang cucu Jengis Khan yang tidak kurang bengis dari datuknya. Di antara catatan sejarah mengenai kebiadaban orang-orang Monggol ialah catatan sejarawan terkemuka Ibnu ‘Athir ( 1231 M) dan ahli Geografi Yaqut al-Hamawi (1229). Menurut mereka, tokoh- tokoh muslim terkemuka, amir, panglima perang, tabib, ulama, budayawan, ilmuan, cendekiawan, ahli ekonomi dan politik, serta saudagar kaya – tewas dalam keadaan mengerikan. Kepala mereka dipenggal, dipisahkan dari badan, kerana khawatir ada yang masih hidup dan berpura-pura mati.

Timbul pertanyaan: jenis manusia dan bangsa apakah orang-orang Monggol pada abad ke-13 itu? Mengapa mereka tiba-tiba muncul menjadi kekuatan yang menggemparkan dunia yang penuh peradaban dan dapat menaklukkan wilayah yang sangat luas. Dari hujung timur Korea, negeri China sampai hujung barat Poland, dari batas utara Rusia hingga batas selatan teluk Parsi – semua ditundukkan dan dikuasai hanya dalam waktu kurang lebih 40 tahun ?


Siapa Monggol?

Kata bijak pandai, pemimpin adalah cermin kepada bangsanya. Untuk mengenal siapa bangsa Monggol, lebih mudah jika kita melihat kepada ketua bangsa itu sendiri. Tokoh utama bangsa Monggol pada abad ke-13 M adalah Jengis Khan serta anak cucunya yang juga perkasa seperti Ogotai, Batu, Hulagu dan Kublai Khan.

Jengis telah berhasil mempimpin bangsa Monggol menakluki daratan Asia yang menyebabkan keturunannya memerintah dan menguasai negeri-negeri yang ditaklukkinya itu selama berabad-abad. Dialah yang menempa nama bangsa Monggol menjadi bangsa yang hebat, berani dan nekad. Namanya ketika kecil adalah Temujin. Ayahnya Yasugei, adalah seorang Khan (raja) yang mengepalai 13 kelompok suku Borjigin, salah satu suku utama Monggol – Turk yang paling berapi dan gagah perkasa. Sebagai Khan kecil, Yasugei tunduk kepada Khan yang lebih tinggi, Utaq Khan. Ketika Temujin berusia 13 tahun terjadilah perebutan kekuasaan dalam suku Borjigin.

Ayahnya mati terbunuh disebabkan panah beracun Dario, salah seorang lawan politiknya. Karena masih muda, Temujin tidak diakui sebagai penggantinya. Malahan keselamatan dirinya serta ibu dan adik-adiknya terancam. Keluarga Yasugei melarikan diri dan mendapat perlindungan daripada salah seorang saudaranya dari suku Nainan. Pada tahun 1182 Temujin menjadi remaja yang tangkas serta berani, dan berkahwin dengan salah seorang puteri keluarga terkemuka suku itu, iaitu Bortai. Bortai mendampingi Temujin hingga ke akhir hayat dan setia mengikuti suaminya ke kawasan – kawasan peperangan.

Bakat Temujin sebagai pemimpin mulai kelihatan seawal usia 20 tahun. Segala selok beluk belok ilmu perang dipelajarinya, dengan ketangkasan menunggang kuda dan mahir pula dalam penggunaan segala jenis senjata perang. Secara diam-diam dia mengumpulkan para pengikut ayahnya dan melatih mereka dengan disiplin yang keras. Pada waktu yang tepat diapun menyerang bekas lawan politik ayahnya dan berhasil merebut kembali kedudukannya sebagai Khan suku Borjigin.

Tidak berapa lama setelah itu dia berhasil pula menyatukan suku-suku Monggol dan Turk yang terpencar di wilayah luas antara sungai Dzungaria dan Irtish. Pada tahun 1202 huraltai, majlis besar suku-suku Monggol, memberi pengakuan kepada Temujin sebagai khan seluruh orang Monggol dengan gelaran Jengis Khan. Artinya raja diraja dan dalam bahasa Arab disebut Sayyid al-Mutlaq.

Salah satu faktor keberhasilan Jengis Khan ialah kebengisan dan kekejamannya dalam memperlakukan lawan-lawan politik yang dikalahkannya. Apabila pihak lawan telah ditundukkan, para pemimpinnya lantas ditangkap dan kemudian direbus hidup-hidup dalam air panas yang sedang mendidih dalam belanga besar.

Pengangkatannya sebagai khan besar seluruh orang Monggol semakin memperkuat keyakinan dirinya dan keyakinan bahwa pasukan tenteranya sangat kuat. Inilah yang mendorong Jengis mulai berpikir bagaimana menaklukkan negeri-negeri disekitarnya yang wilayahnya sangat luas dan makmur, seperti Cina, Khawarizmi di Asia tengah, Persia, India, India utara serta Eropah Timur.

Jengis mulai melatih pasukan tenteranya dengan lebih keras lagi, dia merekrut sebanyak-banyaknya orang Monggol dari berbagai suku dan menjadikan mereka kekuatan militan yang besar. Tenteranya dilatih dengan disiplin yang keras. Teknik-teknik dasyat dan kekejaman yang canggih juga diajarkan kepada mereka. Percubaan pertama untuk menguji keunggulan tenteranya ialah dengan menyerbu Cina Utara yang dikuasai bangsa Kin. Alasan penyerbuan cukup kuat:

Bangsa Kin sering menyerang Monggol (Tartar) karena menganggap mereka bangsa biadab. Dalam serangan itu sudah banyak pemimpin Monggol dibunuh dengan cara yang kejam. Lebih ratusan tahun orang Monggol menyimpan dendam terhadap bangsa Kin. Dalam serbuan yang dipimpin Temujin tentera Monggol dengan mudah sekali dapat menundukkan Cina Utara. Penduduk dan pemimpin mereka dibunuh, kecuali orang cerdik pandai, seniman, golongan yang pekerja, sasterawan, guru, ahli bahasa, agamawan, doktor, ahli sejarah, dan pakar strategi perang. Mereka sangat penting untuk melatih dan mendidik orang Monggol sehingga menjadi bangsa yang beradab.

Sebagai tokoh besar lain, Jengis Khan mempunyai idola yang ikut membentuk kepribadian dan arah cita-citanya. Idolanya ialah tokoh utama sebuah cerita rakyat Monggol yang popular bernama Kutula Khan. Menurut cerita tersebut Kutula Khan bertubuh besar. Suaranya bagaikan bunyi guruh dan petir yang menyambar puncak gunung. Tangannya yang kuat bagaikan beruang dengan mudah dapat mematahkan anak panah. Walau udara dingin pada musim gugur dia dapat tidur dengan nyenyak berhampiran api pendiang tanpa memakai baju. Percikan api yang melukai tubuhnya tidak dia pedulikan, seolah-oleh gigitan nyamuk saja. Dalam sehari ia makan seekor kambing dan satu kantung besar susu.

Kepada seorang jeneralnya Jengis bertanya pernah bertanya:” Apakah kebahagiaan terbesar dalam hidup ini, menurut pendapatmu?” Jeneralnya menjawab: “Beburu dimusim luruh dengan menunggang seekor kuda yang tangkas dan bagus! “Bukan!” jawab Jengis Khan. “Kebahagiaan terbesar ialah menaklukkan musuh, mengejar mereka sampai tertangkap, kemudian merampas harta milik mereka, menyaksikan kaum kerabat mereka meratap dan menjerit- jerit, menunggangi kuda-kuda mereka, memeluk isteri dan anak-anak gadis mereka serta memperkosa mereka.”

Ogatai, salah seorang putranya, mempraktikkan betul-betul apa yang dikatakan ayahnya. Apabila Ogatai dan tenteranya berhasil menduduki kota, dia akan memerintahkan ratusan gadis berbaris dan kemudian beberapa gadis paling cantik dipilihnya untuk dirinya. Yang agak cantik untuk jenderal-jenderalnya dan selebihnya untuk perajurit- perajurit yang lebih rendah pangkatnya.

Amir Khusraw, penyair Persia abad ke-13 yang melarikan diri dan tinggal di India, memberi gambaran seperti berikut tentang orang-orang Monggol itu: “Mereka menunggang unta dan kuda dengan tangkas, tubuh mereka bagaikan besi, wajah membara, tatapan muka garang, leher pendek, telinga lebar berbulu dan memakai anting-anting, kulit kasar penuh kutu dan baunya amat busuk.” Penulis lain mengatakan "bahwa mereka seperti keturunan anjing saja, wajah rajanya seperti binatang buas dan berkata bahawa tuhan mencipta mereka dari api neraka.” Sejarawan Ibn ‘Athir melaporkan ketika Bukhara diserbu, 30 ribu tentera kerajaan Khawarizmi tidak terlawan mengahadapi keganasan dan kebengisan mereka.

Juwayni sejarawan abad ke-13 menulis dalam bukunya Tarikh-I-Jehan Gusan: “Jengis Khan naik ke atas mimbar masjid dan mengaku sebagai cemeti Tuhan yang diutus untuk menghukum orang-orang yang penuh dosa.”



Bermulanya Peperangan dengan Negeri – Negeri Islam



Awal permusuhan dan peperangan dengan negeri – negeri Islam bermula dari peristiwa tahun 1212 M. Pada suatu hari tiga orang saudagar Bukhara bersama puluhan rombongannya tiba di wilayah Monggol dan menuju ibukota Karakorum. Entah mengapa, orang-orang Monggol menangkap mereka dan kemudian menyiksanya. Barangan dagangan mereka turut dirampas. Tidak lama setelah peristiwa itu Jengis Khan mengirim 50 orang saudagar Monggol untuk membeli barang dagangan di Bukhara. Atas perintah amir Bukhara Gayur Khan, mereka ditangkap dan dihukum mati. Jengis sangat marah dan merancang menyerbu kerajaan Khawarizmi dan negeri lain di Asia tengah. Penyerbuan itu baru terlaksana pada tahun 1219, hanya selisih tiga tahun setelah tentera Monggol menaklukkan seluruh wilayah Cina.

Pada tahun 1227 Jengis Khan meninggal dunia, sebelum seluruh wilayah Khawarizmi dan Asia tengah, termasuk Afghanistan dan India utara, berhasil ditakluknya. Dia digantikan puteranya Ogatai (1229 – 1241). Dibawah pimpinannya semakin banyak wilayah jajahan Monggol. Kekuasaan mereka mencapai Sungai Wolga dan Polandia. Sebagian besar orang Monggol telah memeluk agama Budha, namun beberapa bangsawan dan isteri mereka ada yang memeluk agama Kristian. Pengganti Ogotai ialah Kuyuk (1246 – 1249) dan Kuyuk digantikan oleh Mangu (1251-1264), putra sulung Tulul dan Tulul ialah adik bungsu Ogotai. Pada masa kepemimpinan Mangu inilah terjadi konflik dalam keluarga Jengis Khan.

Entah apa sebabnya pada suatu hari Mangu menuduh Ogul Ghaimi, bekas permaisuri Ogatai yang beragama Kristian, bermaksud menggulingkan kekuasaannya dan menghasut orang Monggol yang beragama Budha melakukan kekacauan. Ogul Ghaimi dihukum mati dan hampir semua keturunan Ogotai dibunuh. Keputusan tersebut disokong oleh Kubilai Khan, yang telah menjadi kaisar Cina, dan Hulagu. Cucu Ogotai, Kaidu yang menjadi panglima di Subutai, tidak berjaya melaksanakan niatnya membalas dendam.

Dia kemudiannya dipaksa menyerahkan wilayah kemaharajaan Kara Kita (Xinjiang, Cina) kepada Mangu. Bermula dari situ kekuasaan Mangu menjadi bertambah luas. Sebenarnya serangan terhadap Baghdad tidak pernah difikirkan oleh Mangu, kerana di samping tentera Abbasiyah masih dianggap kuat dan berbahaya, beberapa ulama yang menjadi penasihat penguasa Monggol dapat meyakinkan bahawa serangan itu akan mengundang bahawa kepada Mongul. Menurut para ulama, Khalifah al-Mu’tasim ialah pemimpin kaum muslimin dan barang siapa yang menderhaka kepadanya pasti akan mendapat balasan setimpal dari Tuhan.

Serangan terhadap Baghdad terjadi setelah Mangu memerintahkan Hulagu memusnahkan istana benteng Alamut dan wilayah yang dikuasai orang-orang Assasin, iaitu cabang dari Isma’iliyah (Syi’ah Imam Tujuh). Orang-orang Assasin sangat berbahaya karena sering merompak dan membunuh para saudagar, termasuk saudagar Monggol. Ketika mendapat perintah saudaranya itu Jenderal Hulagu juga mendapat pesanan khusus dari isterinya Dokuz Khatun yang beragama Kristian.

Dokuz Khatun mempunyai hubungan dengan pemimpin pasukan perang salib yang sedang berperang dengan tentara Islam yang sedang merebut Jerusalem pada waktu itu, dan berkonspirasi dengan misionaris Kristian untuk menghancurkan kaum Muslim. Dia meminta kepada suaminya agar setelah menghancurkan benteng Alamut, yang membenteng sepanjang pegunungan di timur laut Iran dan Afghanistan, dengan segera selepas itu menaklukkan Iran dan Iraq.

Demikianlah, sebelum penaklukkan dan pembasmian pengikut Assasin di Alamut, Hulaghu dan ribuan tentaranya berangkat dari Transoxiana disebelah utara Samarkand dan Bukhara. Mula-mula ia menyerbu Merw, Rayya dan Nisyapur, kemudian Hamadan dan dari situ berpusing menuju dataran tinggi Marenda serta menghancurkan Istana Benteng Alamut dan membinasakan ribuan pengikut Assasin. Setelah itu pasukan Hulagu menyerbu Azerbaijan dan Armenia, yang dengan mudah dapat ditaklukkannya.

Gerakan selanjutnya ialah ke arah selatan memasuki wilayah al-Jazirah. Setelah beristirahat agak lama dan mengatur strategi perang; diantaranya mengirim pengintip, pada hari Minggu 4 Safar H (Februari 1258) pasukan Hulagu bergerak mendekati Baghdad. Walaupun perlawanan yang diberikan oleh tentara Abbasiyah cukup sengit, namun tidak begitu sukar bagi Hulagu untuk mengalahkan dan menghancurkan mereka.

Catatan yang cukup menarik tentang kekalahan tentera kaum Muslimin Baghdad itu terdapat dalam buku Tarikh al-Islam (hlm. 206-207) karangan sejarawan terkenal abad ke-13M Muhyiddin al-Khayyat:

“Sejak bertahun-tahun lamanya telah timbul pergeseran yang dasyat antara pengikut Sunni dan Syi’ah, juga antara pengikut mazhab Syafi’I dan Hanafi. Pertumpahan darah sering terjadi dalam setiap pertikaian yang timbul diantara golongan-golongan yang saling bertentangan itu. Pada saat itu khalifah yang berkuasa ialah al-Mu’tasim, sedangkan wazirnya Muayyad al-Din al-Qami, seorang tokoh Syi’ah terkemuka. 

Amir Abu Bakar, putera khalifah, dan panglima Rukhnuddin al-Daudar sudah lama menaruh dendam kepada wazir al-Qami. Pada suatu hari Amir Abu Bakar memerintahkan tentera menghancurkan tempat tinggal puak Syi’ah. Peristiwa ini dirasakan oleh wazir sebagai pukulan yang hebat terhadap dirinya. Diam-diam dia berutusan dengan Hulagu dan mendorong panglima Monggol dari Transoxiana itu segera berangkat merebut ibukota Baghdad. Hulagu pun datang dengan ribuan tentaranya pada bulan Safar 656H dan mengepung Baghdad. Dengan persetujuan khalifah, panglima al-Daudar membawa pasukan tentara Baghdad untuk mengusir tentera Monggol. Tetapi malang tidak dapat dielakkan. Pasukannya kalah teruk dan dia sendiri terbunuh dengan kepala terpisah dari badan. 

Sisa pasukannya menyelamatkan diri ke balik tembok ibukota yang kukuh dan sebahagian lagi melarikan diri ke Syiria. Setelah itu wazir al-Qami menemui Hulagu atas persetujuan Khalifah al-Mu’tasim. Rundingan dilakukan antara kedua – dua pihak. Wazir dan pengiringnya pulang ke dalam kota, dan setelah terjadi kekecohan diapun berkata kepada khalifah: “Hulagu Khan berjanji akan tetap menghormati Tuan sebagai khalifah, seperti mereka mengakui Sultan Konya. Bahkan ia hendak mengawinkan seorang puterinya dengan putera Tuanku, Amir Abu Bakar !”

Muhyiddin al-Khayyat selanjutnya melaporkan bahwa khalifah al-Mu’tasim disertai seluruh pembesar kerajaan dan hakim, serta keluarga mereka, berjumlah 3000 orang keluar dari istana menemui Hulagu. Pada mulanya mereka disambut dengan ramah, tetapi tidak lama kemudian mereka habis dibunuh. Wazir al-Qami dan keluarganya diperlakukan dengan cara lebih bengis. Sebelum dibunuh wazir al-Qami dihina Hulagu, “Kamu sepatutnya mendapat hukuman yang lebih berat kerana melakukan khianat kepada orang yang telah memberimu kedudukan istimewa.”

Selama 40 hari pasukan Hulagu membunuh, merampas, memperkosa wanita dan membakar apa saja dihadapan mereka. Rumah-rumah ibadah dihancurkan. Bayi yang berada dalam dukungan dibunuh bersama ibu mereka. Wanita hamil ditusuk perutnya. Mulai saat itu kedaulatan dan kekuasaan Monggol dinobatkan atau Bani Ilkhan berdiri kukuh di Persia (iran dan Iraq). Hulagu Khan dinobatkan sebagai khan dan memilih Tabriz sebagai ibukota kemaharajaannya. Hanya Mesir dan Syiria yang tidak dapat ditaklukkan kerana kuatnya pasukan kaum muslimin di situ.

Monggol Memeluk Islam

Dalam perjalanan sejarah suatu bangsa sering terjadi sesuatu yang pelik dan tidak pernah terbayangkan. Orang Monggol yang dahulunya merupakan musuh dan seteru sengit orang Islam, pada akhirnya tunduk kepada kepercayaan penduduk negeri-negeri yang mereka takluki. Tidak lama setelah jatuhnya kota Baghdad itu telah banyak bangsawan dan pemimpin Monggol secara diam-diam memeluk Islam.

Pada awal abad ke-14 , tidak sampai seratus tahun permusuhan Monggol dengan umat Islam, sebagian besar orang Monggol yang berada di negeri-negeri kaum muslimin telah mula masuk ke dalam agama Islam dan kebudayaan masyarakatnya. Namun demikian, semua itu berjalan dalam proses yang berliku- liku. Sebelum berbondong-bondong memeluk Islam mereka telah menjadi penganut Syamanisme dan Budhisme yang fanatik. Usaha misionaris Kristian untuk mengkristiankan mereka bahkan hampir berhasil lebih dari dua tiga kali. Beberapa pemimpin Monggol bahkan telah menjalin kerjasama dan konspirasi dengan saja-raja Eropah dan pemimpin perang pasukan Salib mereka di tanah suci Jerusalem. Di antara bentuk-bentuk konspirasi itu ialah bersama-sama membantai dan menghancurkan negeri Islam.

Di antara pemimpin Monggol pertama yang memeluk Islam ialah Barkha Khan (1256-1266 ), cucu Jengis Khan dari puteranya Juchi Khan, yang menguasai Eropah timur dan tengah dan berkedudukan di Sarai, lembah Wolga. Dia dan para pengikutnya memeluk Islam pada tahun 1260 berkat dakwah para ulama sufi yang berada di daerah tersebut. Pada tahun itu juga Barkha mengirim ribuan tenteranya untuk membantu sultan Baybars di Mesir yang sedang menghadapi serangan Hulagu Khan dan tentara Salib. Dalam pertempuran di Ain Jalut pasukan Hulagu dapat dihancurkan. Sejak itu agama Islam berkembang pesat di lembah Wolga dan orang-orang Monggol yang bermukim di wilayah itu menyebut diri sebagai orang Kozak (Kystchak).

Adapun keturunan Hulagu Khan sendiri menempuh jalan berliku sebelum memeluk Islam. Ulama-ulama Islam tidak hanya bersaing dengan misionaris Kristian, tetapi bersaing juga dengan sesama mereka, iaitu ulama mazhab Syafi’I dengan Hanafi dan ulama Syi’ah. Pada mulanya usaha misionaris Kristian hampir berhasil. Pengganti Hulagu Khan , iaitu Abagha (1265-1282) memeluk Kristian hasil pujukan ibunya Dokuz Khatun. Ramai pendeta Kristian tinggal didalam istananya, diantaranya sebagai penasihat politik. Pada tahun 1274, Abagha mengirim utusan khusus menghadiri Konsili Lyon. Dia sering berutus surat dengan Raja Louis (1266-1270) dari Prancis dan raja Charles I (1268-1285 ) dari Sicilia. Tadugar (1281-1284), putera Abagha yang menggantikan bapanya yang sejak kecil telah memeluk agama Kristian telah memeluk Islam apabila dewasa.

Dia menyebut dirinya sebagai Sultan Muhammad Tagudar Khan. Namun karena tindakannya memberi peluang terlalu besar bagi perkembangan Islam, dia diadukan oleh tokoh masyarakat Monggol kepada Kublai Khan di Khanbalik, Cina. Perebutan kekuasaan segera terjadi di bawah pimpinan Arghun, saudara kandung Tagudar. Dalam peristiwa itu Tagudar mati terbunuh. Setelah menaiki tahkta, Arghun (1284-1290 ) segera menyingkirkan pembesar-pembesar Islam dari kedudukan penting mereka. Mereka digantikan oleh pembesar beragama Budha dan Kristian. Pengganti Arghun, iaitu Baidu Khan (1293-1295) berbuat serupa. Namun pada masa pemerintahan Baidu inilah terjadi peristiwa paling bersejarah. Puteranya yang menggantikan dia, Ghazan Khan (1295-1302), walaupun sejak kecil dididik sebagai penganut Budhis yang fanatik, ketika menaiki tahkta menyatakan memeluk Islam.

Peristiwa tersebut merupakan kemenangan besar Islam. Ghazan lahir pada tanggal 4 Desember 1271 M. Usianya ketika naik tahkta belum genap berusia 24 tahun. Pada umur 10 tahun dia diangkat menjadi gabenor Khurasan. Pendamping dan penasihatnya ialah Amir Nawruz, putera Arghun Agha yang telah memerintah selama 39 tahun di Persia di bawah pengawasan langsung Jengis Khan dan penggantinya. Amir Nawruz merupakan pembesar Monggol awal yang memeluk agama Islam secara diam-diam. Atas usaha dialah, Ghazan Khan memeluk agama Islam.

Ajakan memeluk Islam itu berawal ketika Ghazan sedang berjuang merebut tahta kerajaan dari saingan utamanya, Baidu. Amir Nawruz berkata, “Tuanku! Berjanjilah, apabila kelak Allah menganugerahkan kemenangan kepada Tuan, sebagai ucapan syukur Anda mesti memeluk agama Islam!” Atas petunjuk dan nasihat Amir Nawruz itulah Ghazan Khan berhasil mengalahkan Baidu dan naik tahta pada tanggal 19 Juni 1295 (4 Sya’ban 644 H). Janjinya untuk memeluk Islam dipenuhi hari itu juga. Bersama 10,000 orang Monggol lain, termasuk sejumlah pembesar dan jeneral dia mengucapkan dua kalimah syahadat di hadapan Syekh Sadruddin Ibrahim, putera tabib terkemuka al-Hamawi.

Setelah empat bulan memerintah, Sultan Ghazan memerintahkan tenteranya menghancurkan kuil Budha, gereja dan sinagor di seluruh kota Tabriz. Di atasnya kemudian dibangun kembali masjid dan madrasah, kerana di tempat yang sama itulah dahulu Hulagu menghancurkan puluhan madrasah dan masjid yang megah. Denman berbuat demikian dia telah menebus dosa leluhurnya kepada kaum muslimin. Menurut Edward G. Browne (Literary History of Persia), Vol. II, 1956), dalam sejarah Persia Sultan Ghazan merupakan raja Monggol pertama yang mencetak wang dinar dengan inskripsi Islam. Syariat Islam kemudian kembali ditegakkan dan undang-undang kerajaan diganti dengan undang-undang baru yang bernafas Islam. Pada bulan November 1297 amir-amir Monggol mulai memakai jubah dan serban ala Persia, dan membuang pakaian adat nenek moyangnya. Walaupun perubahan itu menyebabkan banyak orang Monggol yang masih beragama Budha tidak puas, dan terus menerus menyebarkan benih – benih kebencian dan meletuskan sejumlah pemberontakan, namun pemerintahan Ghazan secara relatif adalah aman dan mantap. Reformasi lain yang dia lakukan ialah pengurangan kadar pajak dan penyusutan jumlah pelacuran dan lokasinya diseluruh negeri.

Sultan Ghazan wafat pada tanggal 17 Mei 1304 dalam usia 32 tahun disebabkan konspirasi politik yang bertujuan mengangkat Alafrank, putera saudara sepupunya Gaykhatu, sebagai raja Monggol beragama Budha. Kematiannya ditangisi seluruh Persia. Dia bukan hanya seorang negarawan muda yang bijak dan taat beribadah, tetapi juga pelindung ilmu dan sastera. Dia menyukai seni, khususnya arkitektur dan ilmu alam. Dia mempelajari astronomi, kimia, mineralogy, metalurgi, dan botani. Dia menguasai bahasa Persia, Arab, Cina Mandarin, Tibet, Hindi dan Latin. Penggantinya, Uljaytu Khudabanda (1304-1316), meneruskan kebijakannya. Tetapi raja Monggol yang paling saleh ialah Abu Sa’id (1317-1334 M), pengganti Uljaytu. Di bawah pemerintahan Abu Sa’id inilah orang Monggol Persia menjadi pembela gigih Islam serta pelindung utama kebudayaan Islam. Dakwah-Info

Friday, 6 July 2012

IMAM MAHADI (alMahdi) sinar akhir zaman dari timur?

Musuh-musuhnya (YAHUDI) amat percaya masa KEBANGKITANNYA sudah dekat. Mereka berusaha sedaya mungkin menjejaknya. Persoalan yang amat pelik kenapa mereka percaya ramalan yang disebut di dalam alQuran dan Hadis padahal mereka tidak beriman kepada kedua-duanya? Memang benar mereka adalah golongan yang paling tegar menentang Allah swt

Dari Dzar dari Abdullah dari Nabi SAW yang bersabda: “Sekiranya dunia hanya tinggal sehari sahaja (sebelum qiamat) nescaya Allah memanjangkan hari itu sehingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya spt namaku, nama bapanya spt nama bapaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan saksama sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan kekejaman”. Hadith riwayat Abu Daud dan Turmizi.

Dengan jelas Hadis di atas menceritakan perihal Iman Mahadi. Pertama, lelaki dari keturunan Baginda Rasulullah SAW, keduanya namanya Muahammad dan nama bapanya ialah Abdullah. Secara logiknya tentulah mudah bagi kita mengenalinya asalkan ia bernama Muhammad bin Abdullah. Keturunan Rasulullah yang kita tahu ialah mereka yang bergelar Syed atau Syarif, tentulah namanya ialah Syed Muhammad Bin Syed Abdullah.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Daud , “Telah berkata Ali sambil memandang puteranya Hassan,” Sesungguhnya Puteraku ini ialah syed (sayyid) sebagaimana yang telah dinamakan oleh Nabi SAW. Dari keturunannya akan lahir seorang lelaki yang namanya seperti nama Nabi kamu, menyerupai baginda dalam perangai dan tidak menyerupai baginda dalam rupa dan bentuk.”

Adakah semudah itu kita mengesannya padahal kita tahu Dajjal dan talibarutnya berusaha sedaya mungkin menjejaknya sejak ratusan tahun dahulu. Di dalam sejarah begitu ramai keturunan nabi Muhammad yang menunjukkan ciri kepimpinan dan lebih menonjol telah dibunuh dan kebanyakannya mati diracun walaupun apa nama mereka sekalipun (tidak semestinya Muhammad Bin Abdullah).

Bagaimana hendak mengenali Imam Mahadi jika ia benar-benar telah muncul atau ada di persekitaran kita? Persoalan ini nampak remeh tetapi amat sukar untuk dijawab. Kenapa demikian? Bagi yang berhujah berdasarkan tafsiran alQuran dan Hadis semata-mata tentu sekali akan mengatakan 'telah jelas' tanda-tanda yang disebut dalam banyak nas yang telah dibukukan dan tak perlu bersusah payah menyelidik dan mencari-cari "siapa dia". Ada pula akan mengatakan persoalan ini tak wajar dibangkitkan kerana dikhuatiri akan menjejaskan aqidah dan iman.

Telah bersabda Rasulullah s.a.w, “Al-Mahdi berasal dari umatku, berkening lebar, berhidung panjang dan mancung. Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi ini) sebelum itu dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan, dan ia (umur kekhalifahan) berumur tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud dan al-Hakim)

Lagi pula Imam Mahadi akan bangkit dan akan menyeru manusia ke jalan tauhid, bagi kaum Muslimin sudah tentu akan bertemu dengannya dan bersenang hati menerima ajakannya itu. Apakah benar begitu?

Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata : “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; “Akan lahir dari umatku seorang lelaki yang menyeru dengan sunahku, Allah menurunkan hujan dari langit untuknya, bumi mengeluarkan hasil darinya. Ia memerintah umat ini selama tujuh tahun dan akan berada di Baitul Maqdis”.Hadith riwayat At-Tabarani.

Bersandarkan kepada Hadis di atas, bahawa Imam Mahadi akan muncul dan berdakwah menyeru umat manusia kembali mengamalkan sunah Rasulullah SAW.  Apabila muncul pendakwah sedemikian tentulah tidaklah sukar untuk kita mengenalinya. Akan tetapi jika kita perhitungkan apa yang sedang berlaku sekarang, ia agak janggal kerana musuh-musuhnya sudah mengetahui peristiwa kebangkitan ini dan berusaha sedaya upaya untuk menghalangnya usahanya.

Cuba kita perhatikan kata-kata Baginda dalam hadis di atas, "berada di Baitul Maqdis", agaknya bilakah peristiwa ini akan berlaku?  Keadaan pada waktu itu berlaku huruhara yang amat menggerunkan dan suasananya tidaklah aman seperti hari ini. Jadi jawapannya yang paling munasabah ialah selepas Dajjal dibunuh oleh Nabi Isa as dan negara Israel ditawan baharulah Imam Mahdi bebas melaksanakan dakwah. Sebelum daripada waktu itu, amat mustahil Imam Mahadi dapat berdakwah di sana kerana Baitul Maqdis dibawah kekuasaan musuhnya, Dajjal dan tentera-tenteranya.

Kemungkinan besar kekacauan dan kekejaman yang berlaku adalah unjuran dari peperangan dunia ketiga (WWIII). Bumi telah dirosakkan dengan teruk dan manusia ketika itu pula hanya tinggal sedikit sahaja. Peperangan ini menular hingga ke Madinah, sebuah bandar yang aman damai selama ini. Malah ada diantara mereka juga cuba menyerang Makkah.

Telah bersabda Rasulullah s.a.w, "Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (Kaabah), maka diutuslah suatu utusan (oleh penguasa) untuk mengejarnya. Dan ketika mereka telah sampai di suatu gurun pasir, maka mereka terbenam ditelan bumi." (HR. Muslim)

Aisyah Ummul Mukminin RA telah berkata, "Pada suatu hari tubuh Rasulullah s.a.w. bergetar dalam tidurnya. Lalu kami bertanya, 'Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?' Rasulullah s.a.w. menjawab, 'Akan terjadi suatu keanehan, iaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju baitullah (Kaabah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Kaabah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai ke padang pasir, maka mereka ditelan bumi.' Kemudian kami bertanya, 'Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?' Beliau menjawab, 'Benar, di antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah s.w.t. akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing.'" (HR. Bukhary, Muslim)

Telah bersabda Rasullah s.a.w, "Sungguh, Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka." (HR. Muslim, Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah).

Telah bersabda Rasulullah s.a.w, "Akan dibaiat seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan sudut Kaabah." (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Telah bersabda Rasulullah s.a.w, "Suatu pasukan dari umatku akan datang dari arah negeri Syam ke Baitullah (Kaabah) untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah dari mereka." (HR. Ahmad)

as-SYUFYANI

Jika Imam Mahadi muncul sekarang atau sebelum berlakunya peperangan dan huruhara, tentu ia akan mudah dikenali dan musuh-musuhnya dan mereka tidak akan teragak-agak untuk menghapuskannya. Hadis tersebut hanya menceritakan secara am peribadi Imam Mahadi dan membayangkan bahawa Imam Mahadi hanya akan muncul bila keadaan telah selamat dari gangguan musuh-musuhnya.

Ada hadis yang menyebut "ia disembunyikan" oleh Allah swt, tetapi lebih sesuai jika dikatakan "ia dipelihara" oleh Allah sehinggalah tiba masanya. Ia di islahkan dalam satu malam sahaja. Dari rangkaian hadis akhir zaman, kita temui seorang dari musuhnya adalah beragama Islam kerana dia dapat menjejakkan kakinya ke Mekah dan Madinah. Rasulullah saw juga menyebut manusia ini dari kaumnya (umat). Namanya as-Syufyani atau as-syufiani.

Siapakah as-Syufyani ini? Adakah dia seorang pemimpin kaum arab atau dari bangsa ajam dan kenapa dia memusuhi manusia yang masih belum dibaiat itu? Pemimpin Islam mengejar untuk membunuhnya? (Suatu pasukan dari umatku akan datang dari arah negeri Syam ke Baitullah (Kaabah) untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah dari mereka - hadis di atas'

Dari satu hadis lain. ".........maka mereka membai’at paksa lelaki itu di antara Rukun dan Makam Ibrahim padahal ia tidak suka dengan hal itu, kemudian suatu pasukan diutus dari ahli Syam (untuk menangkap orang-orang yang berbai’at itu), maka mereka dibenamkan ke dalam bumi di suatu tempat bernama Al-Baida antara Mekkah dan Madinah."

Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari menerangkan di dalam kitabnya Aqidah Ahlil Islam Fi Nuzuli Isa AS bahawa Al-Mahdi dilahirkan di Madinah Al-Munawwarah serta dibesarkan di sana. Sebelum umat Islam berbai’at dengannya, berlakulah satu peperangan yang besar di antara penduduk Madinah dengan tentera-tentera As-Syufiani. Dalam peperangan tersebut, penduduk Madinah mengalami kekalahan dan mereka lari bersama-sama Al-Mahdi ke Makkah. Di Makkah datanglah orang dari berbagai-bagal negeri kerana berbai’at dengannya di suatu tempat iaitu di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim

As-Syufyani ini dari daerah Syam (Damsyiq, Syiria). Dialah yang menyerang Madinatul Munwwarah yang menyebabkan penduduknya melarikan diri ke Makkah, termasuklah Imam Mahadi. Pada waktu itu tiada siapa pun yang tahu bahawa dia adalah Imam Mahadi termasuklah dirinya sendiri. 

Jika ada sesiapa yang mendakwa dirinya adalah Imam Mahadi, dakwaan tersebut akan tertolak dengan sendirinya. Imam Mahadi sebenar, tidak mengetahui bahawa dirinya adalah Imam Mahadi, jauh sekali membuat pengakuan (sebelum berlakunya peristiwa "baiah" seperti yang disebut dalam sabda baginda junjungan). Telah ramai Imam Mahadi palsu muncul dan mungkin ada lagi selepas ini, oleh itu berhati-hatilah jangan sampai terpedaya. Begitu juga manusia yang mendakwa dirinya ialah Pemuda Bani Tamim. Tiada siapa pun yang mengenali PBT ini sehinggalah Imam Mahadi di "baiah" nanti. Harus diingat bahawa alMahadi dan Pemuda Bani Tamim itu hanyalah gelaran bukan nama mereka.

Rasulullah saw bersabda: “Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahadi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Imam Mahadi mempunyai ramai musuh termasuk dikalangan pemimpin Islam sendiri. Mungkin pemimpin Islam ini sudah menjadi sahabat Dajjal. Seolah telah tahu waktu kebangkitan Imam Mahadi dan berusaha menghapuskannya sebelum tarikh pembai'atannya lagi (di Madinah). Kita lihat as-Sufyani tahu perkara ghaib ini (peristiwa bai'ah), dari mana sumbernya?

Begitulah cara Rasulullah menyampaikan maklumat kepada kita. Huruhara berlaku gara-gara perebutan kuasa, apabila 3 putra "raja" Arab Saudi bertelingkah dan berperang merebut takhta. Ditambah pula dengan serangan tentera as-Sufyani.

Bagi "jentera" Dajjal pula, Imam Mahadi adalah musuh nombor satu kepada "BOSS" mereka, beliau (Imam Mahadi) akan menjadi penghalang utama terhadap rencana jahat mereka menyesatkan seluruh manusia di muka bumi. Imam Mahadi akan bertindak tegas dalam menjaga dan menyelamatkan kaum Mukminin dari gangguan dan pengaruh Dajjal Laknatullah. Menyerukan kebenaran untuk menghapuskan pembohongan Dajjal. Penipuan Dajjal sememangnya licik dan sukar untuk dikesan kecuali oleh mereka yang mendapat perlindungan dan petunjuk Allah. Orang Mukmin sendiri tidak terjamin selamat dari godaannya, apa lagi gulungan yang menjadi orang Islam melalui keturunan.

Ia akan mendakwa dirinya adalah Nabi Isa almasih yang ditunggu-tunggu dan selepas itu mendakwa pula sebagai tuhan. Sesuai dengan konsep trinity pegangan umat Kristian, Katholik terutamanya. Yesus (Jesus) adalah salah satu dari tiga tuhan mereka.

Konsep TRINITY itu disediakan oleh mereka yang bekerja untuk Dajjal dengan memesongkan ajaran Nabi Isa as. Kelihatan seolah menyediakan laluan mudah untuk Dajjal mengaku sebagai TUHAN pada akhir zaman. Adakah ia satu kebetulan atau telah dirancang? Hanya Allah yang tahu segala rahsia mereka. Biasanya kerja-kerja seperti ini dilakukan oleh berbagai pertubuhan dan badan sulit yang beroperasi secara tersembunyi yang digelar "The Hidden Hand" ringkasnya THH. Rahsia ini telah dibongkar dan diulas mendalam di banyak laman2 web dan blog seperti MistisfilesSangtawal, dan Efairy (sekadar beberapa nama). Jika ianya benar seperti yang didakwa, perancangan mereka bermula sejak 1700 tahun yang lalu. Orang Kristian tentu dengan mudah menerima Dajjal sebagai" Isa almasih" seterusnya memujanya sebagai "tuhan". Ia amat berbeza dengan Islam yang memegang kukuh kalimah "TAUHID" yang terang dan jelas seperti dalam surah al Ikhlas.

Amatlah ganjil jika mereka menyambut kedatangan Nabi Isa as kelak, apa lagi menerima seruannya untuk mengimani Syariat Nabi Muhammad, iaitu Islam yang amat mereka musuhi dan pandang hina selama ini. Saya tidak akan membincangkan soal trinity dan THH ini kerana perkara pokok yang akan diperkatakan ialah mengenai Imam Mahadi.

PANDANGAN PENGANUT KRISTIAN

Adakah pembaca maklum bahawa para penganut Kristian juga telah membuat kajian mendalam mengenai Hadis akhir zaman ini dan mereka membuat kesimpulan yang sungguh menghairankan. Iaitu keterbalikan fakta (Islam) hanya kerana tidak dapat menerima agama Islam sebagai agama yang benar. Mereka juga tidak dapat menerima kenyataan: Nabi Isa as. akan menghapuskan "salib". Bagi mereka mana mungkin Nabi Isa as. (Jesus) akan bersekongkol dengan orang Islam, Imam Mahadi. Akhirnya mereka berkata Hadis ini dari sumber "syaitan".

Mereka membuat satu ketetapan sebagai jalan untuk mententeramkan perasaan gusar mereka dengan mengatakan, Imam Mahadi ialah "ANTI CHRIST" yakni "Dajjal" sementara Nabi Isa as. pula dikatakan sebagai "NABI PALSU" (false Prophet).

Maklumat ini diperolehi dari beberapa rencana yang ditulis oleh mereka (penganut Kristian) dan juga bebera siri perbincangan dalam forum-forum berbincangan dikalangan penganut Kristian. Mereka membolak balikkan kitab mereka mencari fakta untuk menguatkan hujah mereka. Adakalanya saya kesihan melihat gelagat mereka. Yang pasti mereka sedangmempersiapkan diri untuk menerima Dajjal sebagai "Jesus" yang juga "tuhan" mereka. Lihat petikan di bawah:
"Therefore, the church's need for a healthy and sound end-time theology has never been greater. And those of us who believe we are living in the 'last of the last' days, Jesus' words to 'watch' for his coming carry with it a great responsibility. I am now going to expound on a teaching that has permeated the Muslim faith over the centuries, but with a great intensity over the last few decades. It is a very intriguing teaching that parallels the Biblical teaching of Antichrist in many ways."
Mereka berusaha bersungguh-sungguh untuk menyesuaikan atau memadankan pandangan mereka dengan apa yang tertulis dalam kitab-kitab mereka.
"Yes, the holy books of Islam (Quran, the Hadith) contain many prophecies concerning the future. As a Christian, I believe these Islamic prophecies to be satanically inspired, but that is beside the point. All branches of Islam (Sunni, Shiite...) maintain a teaching that in the 'last days,' an Islamic savior, known as Al-Mahdi, will rise to great power and conquer the world for Islam. He will annihilate Christians and Jews, will conquer Jerusalem, and will fill the world with Islamic justice"
Mereka telah membaca dan mengkaji Hadis-Hadis yang menceritakan kebangkitan al Mahdi dan Jesus Christ, sayangnya mereka menganggap alQuran dan Hadis sebagai ayat-ayat syaitan dan mengalihkan perhatian kearah kepalsuan dalam membuat keputusan. Walaupun begitu terdapat tanda, (saya kira) bahawa mereka masih ada rasa ragu untuk menafikan kebenaran isi alQuran dan Hadis. Dalam keadaan keraguan itu, disebabkan taksub kepada kepercayaan mereka, dengan nada sinis mereka menyatakan Nabi Isa as yang akan turun itu (disebut dalam alQuran dan Hadis) sebagai NABI PALSU (false prophet) kerana ia tidak disebut sedemikian di dalam kitab-kitab mereka:
"According to the Quran, Islam's holiest book, and the Hadith, a collection of Islamic holy writings that supplement the Quran, a messianic figure will arise in the last days of history known as Al Mahdi. He, along with the 'Prophet Jesus,' (False Prophet) will lead the Muslim believers to victory over the infidels (Christians and Jews)."
Jelas bahawa mereka tidak akan menerima orang yang mereka anggap sebagai "NABI PALSU" sebagai "penyelamat" (Jesus Christ) yang mereka nanti-nantikan sejak sekian lama. Lihat betapa kelirunya mereka dan sia-sia sahaja mereka menunggu dengan penuh semangat (Jesus akan turun menyelamatkan mereka).
"Islam teaches that Jesus was born of Mary and was a great prophet but that he is not the Son of God. Muslims teach that it is not possible for God to have a son. This opposing view of who Jesus is one of the greatest distinctions between Islam and Christianity."
Sememangnya konsep TRINITY telah menyesatkan mereka begitu jauh sehingga sukar mereka menerima kebenaran. Islam menolak dan menafikan Jesus itu anak tuhan bertentangan dengan doktrin gereja Kristian. Jika tidak kerana TRINITY itu tidaklah begitu susah mereka mencari jawapan terhadap persoalan yang memeningkan kepala mereka.

Mereka berusaha untuk mengenali Imam Mahadi melalui beberapa kajian terhadap Hadis-Hadis seperti yang yang di "ketengahkan":
"Quotes from the Hadith:"al Mahadi will return at the head of the forces of righteousness and do battle with the forces of evil in one, final, apocalyptic battle. When evil has been defeated once and for all, the al Mahadi will rule the world for several years under a perfect government and bring about a perfect spirituality among the peoples of the world. After the al Mahdi has reigned for several years, Jesus Christ will return"
"al Mahadi: His forehead will be broad and his nose will be high. He will fill the world with justice and fairness at a time when the world will be filled with oppression. He will rule for seven years."
"Allah will give Al-Mahdi the ability to righteously rule the Muslim nation in the span of a night. He will fill the earth with justice, as it was filled with injustice. He will lead the Muslim nation to the second conquering of Constantinople and possibly Rome."
Bagi menyesuaikan apa yang tercatit pada kitab mereka (Bible)mereka menuduh Nabi Isa as adalah nabi palsu. Sukar bagi mereka menerima hakikat Nabi Isa akan membawa syariat Islam dan membuang salib. Nabi Isa as tidak membela mereka sepertimana yang mereka percaya dan harapkan, bahkan menidakkan ajaran Kristian dengan membuang salib, tindakan ini seolah-olah "memusuhi" mereka:
"According to the Quran, Islam's holiest book, and the Hadith, a collection of Islamic holy writings that supplement the Quran, a messianic figure will arise in the last days of history known as Al Mahdi. He, along with the'Prophet Jesus,' (False Prophet) will lead the Muslim believers to victory over the infidels (Christians and Jews).
1) The word, Mahdi, means 'The Guided One.'
2) According to Islam's holy writings, one day the entire world will be converted to Islam. Leading this revival will be the Mahdi, who will assume the role as the Islamic Messiah.
3) Islamic tradition teaches that Jesus will return from heaven in the last days and follow the Mahdi into Jerusalem, where Jesus will deny he is the Son of God.
4) Then, together the two will destroy the 'Cross'(Christianity) and kill the Jews who will be 'hiding behind rocks.' Afterwards Islamic justice will prevailand the world will submit to the rule of Mahdi, and Jesus.
5) All branches of Islam teach on the Mahdi. All Muslims believe this!
In addition, Islam's holy writings describe the Islamic messiah's lineage, name, facial features, etc. in great detail. "
He will be tall
He will be fair complexioned
His father's name will be Abdullah
His mother's name will be Aamina
He will speak with a slight stutter and occasionally this stutter will frustrate him causing him to hit his hand upon his thigh.
Kita tinggalkan dahulu kaum Kristian dengan gelagat mereka.

Yahudi Zionis

Zionis terus menerus mengkaji rahsia dan petunjuk yang disebutkan di dalam alQuran dan Hadis malah lebih gigih berbanding kebanyakan orang Islam sendiri. Siapakah Zionis adakah sama dengan Yahudi lainnya? Sila rujuk artikel sebelum ini mengenai bangsa terlaknat ini. Mereka juga induk kepada YAKJUJ dan MAKJUJ.

Mereka adalah ejen kepada Dajjal laknatullah. Mereka mengumpul sebanyak-banyaknya emas untuk menguasai perekonomian dunia, (sila kaji siapa ' Illuminati bloodline"). Semua keuntungan adalah untuk "boss" mereka Dajjal laknatullah, semua emas dan dana yang dikumpulkan kini sedang disalurkan ke Israel iaitu tempat bersemayamnya "raja" mereka (Dajjal). Mereka akan aturkan kejatuhan semua matawang kertas termasuk negara Malaysia dan USA juga tak terkecuali. Hanya emas dan mungkin perak sahaja akan bernilai. Wang baru berserta CHIPs akan dilancarkan oleh mereka ini. Ada kisah tentang chips dengan lambang "beast" iaitu 666. Saya tidak akan bicarakan hal tersebut.

Lawati laman web zionis – “ Temple institute”. Di sana kita akan lihat betapa gigihnya kaum Yahudi mahu membina biara suci untuk menyambut kedatangan "Raja" mereka yang mereka nanti sebagaimana yang tercatat dalam kitab mereka.

The Temple Institute is Founded
Archeological Devastation
Jews return to the Mount
Dajjal mampu menguasai sebilangan besar penduduk bumi ini melalui pertolongan Iblis (Lucifer). Kumpulan yang dinaungi oleh Dajjal ini tidak pernah lalai dan berhenti mengesan Imam Mahadi di serata pelusuk dunia terutama di lokasi yang disyaki seperti "khorasan", Indonesia dan Malaysia selain negara-negara Timur Tengah.

Apakah Imam Mahadi akan dibiarkan jika ditemui oleh Dajjal? Pembaca sendiri tentu sudah maklum jawapannya.

Adakah kita tidak percaya dengan kenyataan ini ataupun tidak ambil peduli dan hanya mengatakan "hanya Allah yang Maha Mengetahui" tanpa perlu mengkajinya? Ramai diantara kita tidak mengambil berat soal ini kerana telah tergoda oleh "fitnah Dajjal" yang diatur sekian lama tanpa disedari. Berbeza dengan kelompok kaum yang menjadi hamba Dajjal. Mereka akan terus mengkaji tanpa jemu.

Mereka (ejen Dajjal) begitu yakin Imam Mahadi tidak akan muncul dalam bentuk personaliti sebagaimana yang kita bayangkan selama ini. Mereka mendakwa dapat merasakan wujudnya "keganjilan" dan "helah" penceritaan mengenai Imam Mahadi ini. Baik dari segi perwatakan, peribadi atau tempat kelahirannya. Inilah perkara yang amat menyusahkan dan membimbangkan musuh-musuhnya. Begitulah kebenaran Islam dan kebijaksanaan Allah swt, Maha Perancang.
PERSONALITI Imam Mahadi

Secara logiknya akan berlaku penyamaran sebagai pelindung dan ini akan berterusan sehingga masanya yang sesuai. Ia akan selamat dari bencana manusia. Oleh itu sesiapa sahaja yang mengaku dan mendakwa dia "Imam Mahadi" adalah seorang pendusta dan pembohong. Tiada siapa akan mengenalinya walaupun kita telah bertemu atau bergaul dengannya setiap hari. Orang Islam juga akan terkeliru, apa lagi mereka yang bukan Islam. Sila renung kembali kisah Uwais al-Qarni ra yang hanya dikenali oleh Rasulullah sahaja, para sahabat pun tidak mengenalinya sehingga diberitahu.

KHALIFAH (King)

Imam Mahadi adalah seorang pemerintah (raja) yang memerintah "umat ini" selama 7 tahun. Jelas bahawa beliau bukan orang kebanyakan kerana sifatnya seperti sifat Rasulullah, bukan juga dari kalangan seorang raja yang sedia ada kerana sifatnya dan keteguhannya kepada tauhid dan adil. Adakah wujud pemerintah yang ada sekarang ini zuhud, warak dan adil? Jadi timbul pula pertanyaan baru, bagaimana caranya Imam Mahadi mendapat sokongan untuk menjadi pemerintah kerana dimana-mana tempat di dunia ini sudah ada pemerintah tersendiri (yang dilantik melalui demokrasi). Jawapan yang boleh kita agak ialah beliau hanya memerintah selepas Dajjal dihapuskan dan pusat pemerintahannya di Pelestin (Baitul Maqdis). Dari sinilah bermulanya era baru yang penuh keadilan dan kesaksamaan seperti yang disebut di dalam Hadis Rasulullah SAW.

Persoalan lain pula timbul, adakah dia sudah menjadi RAJA atau khalifah Daulah Timur sebelum memerintah di Baitul Maqdis itu ? Ada bukti bahawa beliau adalah "raja" dari timur (King of the East) yang menyerang tentera Dajjal. Didalam kitab2 agama terdahulu termasuklah Bible menceritakan pasukan dari Timur ini akan tiba sebaik sahaja sungai Furat kering. King of the East inilah yang bergabung dengan tentera Kristian dan membawa kemenangan menentang tentera Anti Christ (Dajjal). Negara manakah Daulah Timur tersebut? Ada hadis yang menyebut "dari Khorasan". Di manakah terletaknya Khorasan ini? Pada masa ini Khorasan ialah satu daerah di negara Iran. Kita lihat peta Khorasan lama dimana ia meliputi satu kawasan yang luas berbanding yang wujud pada hari ini.

KHORASAN (zaman keagungan Parsi)
Ramai juga pengkaji meramalkan dan tidak kurang juga yang amat yakin bahawa pemuda Bani Tamim itu adalah dari Khorasan (Khurasan) yang asalnya ialah kawasan yang luas meliputi sebahagian dari negara Parsi, Afghanistan, Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan dan utara Pakistan.

Pendokong kuat Imam Mahdi ialah Pemuda Bani Tamim yang sekaligus menjadi 'tulang belakang' kepada kekuatan Imam Mahdi. Pemuda Bani Tamim berasal dari Timur dan mengikut pandangan Syeikh Dr Walid al-'Ani yang dimaksudkan dengan Timur itu ialah Afghanistan. Namanya ialah Syuaib Bin Soleh. Beliau ialah seorang pemimpin tentera yang hebat. Pada waktu malam beliau terkenal sebagai seorang yang amat kuat dan khusyuk beribadah, manakala pada waktu siang pula, pula digeruni oleh musuh dengan ketangkasannya dalam medan perang.

Logiknya kemungkinan ini adalah kerana rekod perjuangan kental para Mujahideen Afghanistan terbukti amat digeruni pihak lawan walaupun dari negara kuasa-kuasa besar seperti Rusia dan USA. Keimanan mereka tinggi dan mereka berjuang kerana Allah bukan kerana habuan dunia.

Dari beberapa kajian yang dibuat juga menunjukkan bangsa Phatan/Phastun mempunyai pertalian darah dengan Bani Israel (Bani Ishaq) tetapi tiada kaitan dengan orang Yahudi Khazar yang menduduki negara Israel sekarang. Sebab itu Afghanistan di "tawan" oleh tentera USA yang menjadi alat ILLUMINAT yang kini berpusat di Israel. Secara mudahnya, pihak Yahudi akan mengambil kesempatan mencari pemuda Bani Tamim ini sambil menghalang kebangkitan tentera al Mahdi. Petikan artikel "Black Banner from the East" Research Paper by Bilal Khan.
"the army of Mehdi will consist of Muslims from Bani-Israel from Khurasan holding black flags. No power in the world will be able to stop them till they reach Jerusalem and erect their flags where there is Aqsa Mosque standing today."
"The older Persian province of Khorasan (also known as the Greater Khorasan) included parts which are today in IranAfghanistanTajikistanTurkmenistanand Uzbekistan. Some of the main historical cities of Persia are located in the older Khorasan: Nishapur andTus (now in Iran), Merv and Sanjan (now in Turkmenistan), Samarkand and Bukhara (both now in Uzbekistan), Herat and Balkh (now in Afghanistan),Khujand and Panjakent (now in Tajikistan). In its long history, Khorasan knew many conquerors and empires:GreeksArabsSeljuk TurksSafavidsPashtuns (ethnic Afghans) and others."
Sementara DAJJAL (ANTI-CHRIST) adalah NABI PALSU dan MENDAKWA dirinya sebagai ISA ALMASIH yang dinantikan oleh penganut Kristian. Persediaan awal telah dilakukan dengan baik menaikkan imej Jesust Christ (Yesus) berwajah Eropah, berkuli cerah berambut ikal warna kuning mayang. Dari penyelidikan sumber sejarah telah terdapat fakta bahawa Nabi Isa as berkulit sedikit gelap dan berambut hitam kerinting sesuai dengan perwatakan Bani Israel. Lukisan pada dinding-dinding bangunan purba dan piramid di Mesir telah membuktikannya.

Bayangkan apabila Nabi Isa muncul nanti dan memperkenalkan dirinya sebagai "Yesus" kepada penganut kristian. Apa pandangan mereka terhadapnya? Adakah mereka (penganut Kristian) akan mempercayai kata-katanya? Tentu sekali mereka akan mendustainya kerana perawakannya tidak sama dengan wajah yang ada pada lukisan dan ukiran patung yang telah di"sogok" oleh pengikut Dajjal kepada mereka. Betapa bijaknya pengikut Dajjal ini mengelirukan berjuta-juta manusia kristian ini. Tambahan pula Nabi Isa as akan membawa akidah Islam yang selama ini amat mereka musuhi.

Dajjal pula akan berjaya menjadi al Masih dan akan diterima sebagai Yesus, penyelamat mereka. Konsep trinity juga mirip pegangan masyarakat Yahudi sekarang (zionis) yang mengamalkan fahaman Kabbalah berformat paganisma Mesir purba. Memang trajis fenomena ini.

Bagaimana bentuknya Dajjal ini. Adakah serupa dengan apa yang kita fikirkan? Siapakah sebenarnya dia? Dari beberapa keterangan, dia munculkan diri lebih awal dari Imam Mahadi dan Nabi Isa.

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda:"Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa".

Dia tidak akan muncul sehingga manusia (sebahagian besar) meninggalkan agama dan penghuni dunia asyik memikirkan kepuasan nafsu dan keseronokan. Fitnah Dajal adalah "besar dan serius". Ini bukan masalah hidup atau mati tetapi kesengsaraan, mereka yang terpengaruh dengan sihir Dajjal akan jadi kafir, Na’uzubillah. Sabda Rasulullah saw mahfumnya, sejak zaman Nabi Adam, tidak ada Nabi yang tidak mengingatkan umat mereka tentang fitnah Dajal. Sedarlah dan sedarkanlah seluruh kaum muslimin tentang peristiwa paling dahsyat yang bakal berlaku. Jika kita perhatikan fenomena semasa, mungkin sebahagian darinya telah dan sedang berlaku.

Sebelum Dajjal muncul akan berlaku "kemarau" selama 3 tahun. Manusia akan menderita dalam kepayahan hidup yang cukup menyiksakan disamping peperangan dan pembunuhan yang tak terkawal. Kita harus bersedia jika ingin selamat dari fitnah "terbesar" Dajjal (menawarkan "syurga" kepada siapa yang mengakuinya sebagai tuhan) ketika dunia dihimpit kesengsaraan yang amat perit.

BERITA YANG MENGGERUNKAN....

Jangan mengambil mudah dan hayatilah setiap peristiwa berlaku berlaku, kerana ia menjurus kepada satu mala petaka yang akan meruntuhkan iman. Perangkap durjana telah lama menjerat kita tanpa disedari.
layari blog rakan seperjuangan saya, ada sesuatu yang mengejutkan..

http://holywar-efairy.blogspot.com/2009/12/pope-roman-peter-ii-cantus-benedictine.html#comment-form

SAYANG SEKALI BLOG INI TELAH DIGODAM DAN DITAMATKAN RIWAYATNYA. Namun saya ada menyimpan salinan artikel tersebut, KLIK sini atau sila ke ABATASA II

Kita kembali kepada Imam Mahdi atau Al Mahdi. Telah dijelaskan, beliau adalah dari keturunan cucu Rasulullah SAW, Saidina Hassan bin Ali Bin Abi Thalib. Bernama Muhammad Bin Abdullah.

Dari Ibnu Umar bahawa Nabi SAW telah mengambil tangan Saidina Ali ra dan bersabda: “Akan keluar dari sulbi ini pemuda yang akan memenuhi dunia dengan keadilan (Al Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim itu, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang bendera Al Mahdi“ dari Al Hawi Lil Fatawa oleh Imam Suyuti

Kemunculannya menjadi tajuk bualan hangat sejak kebelakangan ini. Kenapa? Kerana semua tanda-tanda kecil kiamat telah nyata dan hanya menanti tanda-tanda besar sahaja. Samaada ia akan muncul sekarang atau kemudian nanti tidak menjadi soal, apa yang jelas dari Hadis di atas ialah - ia (Pemuda Bani Tamim) akan datang dari "TIMUR". Bukan dari tanah Arab. Adakah pemuda Bani Tamim ini Imam Mahadi sendiri? atau orang lain,  apa sahaja yang berlaku nanti, tanggung jawab kita ialah "..... maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim itu".  Untuk itu kita perlu membuat kajian mengenainya.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Daud dalam, “Telah berkata Ali sambil memandang puteranya Hassan,” Sesungguhnya Puteraku ini ialah syed sebagaimana yang telah dinamakan oleh Nabi SAW. Dari keturunannya akan lahir seorang lelaki yang namanya seperti nama Nabi kamu, menyerupai baginda dalam perangai dan tidak menyerupai baginda dalam rupa dan bentuk.”

Adakah dia seorang Raja atau Pemerintah (Perdana Menteri, Presiden atau Khalifah) ?

Bahawa Al Mahdi ini mempunyai dua ciri-ciri besar iaitu akan mendapat daulah di sebelah Timur dan akan memegang pedang Zulfaqor (Dhu al-Faqar) sebagai bukti bahawa ia membawa kebenaran.

Malangnya tiada sesiapa yang mengetahui dan mengenali Imam Mahadi ini termasuk "dirinya sendiri" sehinggalah di islahkan dalam satu malam. Dalam keadaan kacau bilau kerana kemangkatan raja, Imam Mahadi dilantik untuk menjadi pemimpin.

Sabda Rasulullah saw ”Akan terjadi perselisihan (kekacauan) setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari ahli Madinah mencari perlindungan menuju ke Mekkah, lalu lelaki itu didatangi oleh sekumpulan manusia dari ahli Mekkah, maka mereka membai’at paksa lelaki itu di antara Rukun dan Makam Ibrahim padahal ia tidak suka dengan hal itu, kemudian suatu pasukan diutus dari ahli Syam (untuk menangkap orang-orang yang berbai’at itu), maka mereka dibenamkan ke dalam bumi di suatu tempat bernama Al-Baida antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud)

Sajauh mana keyakinan anda setakat ini?

TIGA KELOMPOK MANUSIA SEDANG MENANTI ORANG YANG AKAN MUNCUL SEBAGAI "PENYELAMAT". ISU INI MENJADI TAJUK PERBINCANGAN HANGAT OLEH PENGANUT ISLAM, KRISTIAN DAN YAHUDI. Masing-masing mendakwa merekalah di pihak yang benar.

Apa yang pasti, Al Mahdi tetap akan muncul, hanya masa menentukannya. Beliau bukanlah manusia sembarangan tetapi yang terpilih dikalangan penghuni dunia akhir masa. Kehebatannya sehebat hulubalang agung Saidina Ali ra dan pekertinya pula halus selunak pekerti Baginda Rasulullah SAW.

Pihak illuminati zionis amat gerun kepada berita kemunculan lelaki pilihan ini. Mereka menggelar dan memanggil Imam Mahdi ini sebagai Muhammad kedua dan menamakan Rasulullah saw sebagai Muhammad pertama. Apakah maksudnya, sama-samalah kita cuba fikirkan. Muslimin yang soleh dan patuh mengikut sunnah Nabi pula (benar-benar bertaqwa) dianggap sahabat Muhammad (kedua) ini..

Segalanya masih menjadi rahsia. TIDAK AKAN DIKETAHUI sehinggalah bai'ah (perlantikan) di makam Ibrahim - penjuru Kaabah.

Saturday, 6 August 2011

Panji-panji hitam dari timur ...


Sabda nabi S.A.W


Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun merangkak di atas salji. (Al-Hafiz Abu Naim)
"apa persiapan anda utk menghadapinya"